Minggu, 15 Juli 2018

My 2nd Family “PK IMM FEB Uhamka Jaksel”

                                 ”Because, Family means nobody left behind or forgotten”

 Berbicara tentang sebuah keluarga, pasti yang akan terpikirkan pertama kali adalah tentang sosok ayah, ibu, kakak dan adik. Akan tetapi jika berbicara tentang keluarga kedua, apakah yang akan terpikirkan oleh kalian?. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau mungkin yang biasa disebut dengan IMM, sebuah gerakan mahasiswa dibawah organisasi Islam Muhammadiyah yang bergerak dibidang keagamaan dan masyarakat. Sebagai ortom (organisasi otonom) Muhammadiyah, tentu IMM menginduk kepada Muhammadiyah. IMM sebagai lahan dakwah Muhammadiyah dikalangan mahasiswa. Tapi, jangan heran kalau sebagian besar kader IMM justru bukan berasal dari Muhammadiyah. Begitu juga dengan saya, yang mengenal IMM karena saya kuliah di salah satu PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Dan mungkin jika saya tidak kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka, belum tentu saya menjadi kader IMM dan mengenal IMM. PK IMM FEB UHAMKA JAKSEL, sebuah organisasi yang pada awalnya membuat saya penasaran dan akhirnya diikuti rasa tertarik serta dengan kemauan yang cukup tinggi sehingga saya  memutuskan untuk masuk dalam organisasi tersebut. Lalu, apakah setelah masuk langsung menjadi anggota dalam organisasi tersebut?. Jawabannya adalah tidak. Mengapa tidak?, karena sebelum bergabung dengan ikatan tersebut saya harus melalui yang namanya DAD atau Darul Arqam Dasar yang merupakan pengkaderan utama tingkat dasar dan merupakan kegiatan formal yang dilaksanakan oleh IMM di tingkat komisariat, khususnya oleh bidang kader. Dan DAD juga merupakan kegiatan wajib sekaligus persyaratan mahasiswa baru yang ingin menjadi kader IMM. Dan mulai dari DAD lah proses penemuan keluarga kedua saya dimulai.
          Dengan jumlah peserta 48 orang, meskipun berasal dari fakultas yang sama namun kami berasal dari kelas-kelas yang berbeda. Yang meskipun pada saat itu sudah memasuki bulan ke 6 saya menjadi seorang mahasiswa tapi tetap saja saya tidak mengenal dekat ke 47 peserta lainnya, meskipun beberapa diantaranya ada yang berasal dari kelas yang sama seperti saya. Berada dalam kegiatan dan tempat yang sama dengan orang-orang yang mempunyai karakteristik dan pemikiran yang berbeda selama 4 hari, sebagai seseorang yang mempunyai sifat introvert awalnya saya berpikir, saya akan susah beradaptasi dengan mereka. Terlebih ketika saya disatukan dengan 4 orang lainnya dalam satu kelompok. Tapi hal inilah yang membuat saya akhirnya menyebut mereka sebagai keluarga kedua, karena ntah bagaimana caranya dalam waktu 4 hari saja kami mempunyai ikatan seperti keluarga satu sama lain. Dan berawal dari 4 hari 3 malam yang saya lewatkan bersama peserta lain, pengurus, dan panitia kegiatan tersebut membuat saya perlahan-perlahan mengenali seperti apa sih IMM itu sebenarnya.
Kepanitiaan
            Pertama kali dilibatkan sebagai panitia dalam kegiatan IMM adalah ketika kami, para kader mendapat sebuah tantangan untuk membuat sebuah acara namun tidak ada campur tangan dari pengurus. Jadi semuanya kader yang mempersiapkan, dan pengurus (khususnya dari bidang Kader) hanya memantau saja acara yang akan kami buat tersebut. Pertama kali menjadi bagian dari divisi kepanitiaan sebuah acara, saat itu saya memilih untuk masuk ke divisi Kesejahteraan. Bersama dengan kurang lebih 9 orang dan kebetulan semuanya adalah Immawati, kami diberi tugas untuk mempersiapkan segala hal dalam bidang makanan. Seperti bagaimana sistem makan dalam acara nanti, makanan apa  saja yang akan disajikan nanti, dan juga makanan ringan apa saja yang nantinya akan disuguhkan kepada kakak-kakak pengurus dan juga tamu yang hadir nanti. Dengan tema yang kami ambil “Masa Ta’aruf Kader PK IMM FEB UHAMKA JAKSEL” kami, sebagai para kader berusaha untuk mempersiapkan acara tersebut dengan sebaik mungkin. Walaupun seperti yang saya katakan diatas, bahwa kami terdiri dari orang-orang yang berbeda dan dengan karakteristik dan pemikiran yang berbeda yang membuat perbedaan pendapat dalam sepanjang mempersiapkan acara tersebut pasti ada. Awalnya memang sulit, terlebih untuk saya. Meskipun di waktu SMP dan SMA pernah masuk dalam organisasi namun tetap saja rasanya asing ketika harus beradaptasi dengan orang-orang didalam IMM. Ketika kita harus menyatukan pendapat dan pikiran kita, ketika harus menahan ego masing-masing untuk bisa menentukan suatu keputusan secara bersama itu terasa cukup sulit. Namun kembali lagi, karena ini adalah sebuah ikatan yang bentuknya seperti keluarga, maka kami bisa menyatukan itu semua seiring dengan seringnya kami (para kader) bertemu dalam rapat dan berdiskusi.
Dan kali kedua saya menjadi panitia dalam acara IMM adalah ketika menjadi bagian dalam divisi peralatan di acara Seminar AIKA (Agama Islam dan Kemuhammadiyahan). Merasa beruntung menjadi panitia dalam acara ini, karena selain ikut mempersiapkan untuk kesuksesan acara tapi pada saat acara pun saya dan teman-teman kader lain bisa mengikuti seminarnya. Dimana dalam seminar tersebut membahas hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan ketika akan menghadapi sidang AIKA, yang nantinya akan menjadi penentu kelulusan selain SKRIPSI. Walaupun masih lama, tapi tidak ada salahnya kan jika sudah mengetahui apa saja yang akan diujikan, jadi bisa dipersiapkan mulai dari sekarang :).
Dan kali ketiga saya menjadi panitia adalah untuk acara Buka Puasa Bersama anak-anak Yatim Piatu yang akan dilaksanakan tanggal 10 Juni nanti. Untuk acara kali ini, jujur saya excited sekali karena akan mengadakan kegiatan di panti asuhan dan berbagi dengan adik-adik disana. Karena acaranya belum terlaksana, jadi saya tidak bisa bercerita panjang lebar dulu ya. Next, setelah acaranya terlaksana saya akan bercerita lagi di blog ini. (hehehe)
Dan untuk kegiatan-kegiatan lain yang sudah saya ikuti adalah kajian-kajian yang diadakan oleh beberapa bidang di IMM. Seperti belajar mengaji, merajut, kajian Immawati, maupun diskusi-diskusi lainnya.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, tidak hanya sebuah organisasi seperti yang pernah saya ikuti ketika duduk di bangku SMP maupun SMA. Tidak hanya sebagai tempat untuk mencari pengalaman dalam berorganisasi dengan baik, tidak hanya sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan baru, tidak hanya sebagai tempat untuk mengadakan sebuah kegiatan yang bermanfaat untuk orang lain, ataupun menjadi tempat belajar untuk melatih diri menjadi seorang pemimpin yang baik untuk orang lain nantinya. Tidak hanya itu, namun point penting yang saya dapatkan dalam organisasi ini adalah ketika orang-orang didalamnya membantu dan membimbing saya untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi dalam hal agama, akademik, maupun dalam bermasyarakat. Layaknya seperti keluarga kandung, kami tak sungkan untuk menegur satu sama lain jika ada kesalahan diantara kami. Kami tak sungkan untuk membantu satu sama lain jika ada yang kesulitan, kami tak sungkan untuk saling memberi motivasi, dan kami juga tidak sungkan untuk berbagi kebahagiaan satu sama lain. Dan rasa kekeluargaan itu semakin terasa ketika saya sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan formal maupun non formal dari IMM tersebut hingga saat ini dan berharap rasa kekeluargaan itu akan ada selamanya.
Berada didalam sebuah organisasi yang terdiri dari banyak orang dengan sifat, karakter, dan pemikiran yang berbeda-beda itu memang tidak mudah. Namun ketika kita menganggap mereka seperti bagian dari keluarga kita, perlahan-lahan semuanya akan menjadi mudah dengan sendirinya. Karena keluarga adalah tempat saling melengkapi. Dan dalam ikatan ini, saya dan orang-orang yang berada didalamnya akan belajar dan berkarya, bergerak bersama, dan berjalan beriringan dalam barisan yang rapi, karena keluarga berarti tidak akan meninggalkan siapapun dibelakang atau melupakannya.
IMM JAYA
Fastabiqul Khairat
Anggun Dalam Moral, Unggul Dalam Intelektual
Salam Hangat,

Dari seorang kader biasa 🙂

MUSYKOM 2017 “Akhir Sebuah Kepemimpinan, Awal Sebuah Perjalanan Baru”

Assalamualaikum Wr. Wb.
Genap sudah satu periode kepengurusan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta Selatan periode 2016-2017. Tepat pada tanggal 21 dan 22 Oktober 2017, telah berlangsung Musyawarah Komisariat PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan. Laporan pertanggung jawaban telah disampaikan kepada seluruh peserta Musykom oleh para pengurus periode 2016-2017 mulai dari laporan pertanggung jawaban ketua umum, sekretaris umum, bendahara umum, lalu dilanjutkan dengan bidang ke satu hingga bidang ke sepuluh. Ada banyak pertanyaan yang diajukan oleh kami, para kader dan juga para peninjau serta undangan yang hadir dalam Musykom tersebut. Tidak hanya pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta Musykom, namun juga terdapat kritik dan banyak solusi yang disampaikan oleh para demisioner untuk kepengurusan PK IMM FEB Uhamka Jakarta Selatan selanjutnya yang lebih baik. Sebagai kader, ini adalah Musykom pertama yang kami ikuti secara penuh dan turut andil penuh didalamnya. Mulai dari menjadi panitia Musykom hingga menjadi peserta penuh didalam Musykom tersebut. Rasa antusias dan semangat dari para pengurus, kader, maupun para undangan yang hadir membuat suasana Musykom menjadi semakin berwarna. Ada perasaan sedih yang juga tercurahkan di dalam Musykom tersebut. Rasa sedih karena akan ditinggalkan oleh kaka-kaka semester 7 yang sebentar lagi akan lepas jabatan dari kepengurusan di PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan. Meskipun itu bukan ditinggal secara langsung, namun rasa sedih itu sangat terasa ketika mereka mencurahkan apa saja yang mereka rasakan selama satu periode kepengurusan mereka, sebelum Musykom berakhir. Mereka adalah orang-orang terbaik. Kaka-kaka yang selama kami menjadi kader membuat nyaman berada dalam PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan. Meskipun tidak bisa bersama dalam satu kepengurusan, semoga mereka akan tetap menjadi kaka-kaka yang akan selalu memberi ilmu dan nasehat-nasehat baik, dan tetap membuat nyaman ketika akan berkeluh kesah.
Adanya sebuah awal, tentu tak akan pernah lepas dari sebuah akhir yang pasti datang. Akan tetapi yang perlu digaris bawahi adalah bahwa sebuah akhir bukanlah menjadi titik penghabisan. Namun, sebuah akhir akan menjadi perjalanan awal dalam menjadikan IMM khususnya PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan menjadi lebih baik lagi. Terimakasih untuk seluruh pengurus periode 2016-2017 yang sudah memberikan banyak pelajaran berharga dan selamat untuk terpilihnya Ketua Umum baru periode 2017-2018. Semoga dengan kepemimpinan yang baru ini, kaka-kaka semester 5 dan tentunya kami para kader akan semakin menguatkan ikatan diantara kami, dan saling belajar serta bekerja sama untuk melanjutkan perjuangan kepengurusan yang sebelumnya dalam membuat PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan menjadi jauh lebih baik lagi. Sesuai dengan tema Musykom 2017 yaitu “Evaluasi Kinerja dan Menjalankan dengan Semangat Baru dalam Memperkuat Pergerakan serta Rasa Kekeluargaan Demi Melanjutkan Sejarah PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan” diharapkan akan muncul semangat-semangat baru dalam kepengurusan periode 2017-2018, serta memiliki komitmen dan loyalitas yang kuat terhadap ikatan untuk membuat PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan menjadi lebih baik lagi dari segi Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas.

Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat.
Wassalamualaikum Wr. Wb.


Warm Regard,
Kader PK IMM FEB UHAMKA
Jakarta Selatan

Sabtu, 07 April 2018

Hukum Membaca Isti'adah dan Basmallah Ketika Hendak Membaca Al-Qur"an

_Assalamu'alaikum Akhi wa Ukht_

Kayfa haluk? Semoga kalian semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT Aamiin.

Seperti biasa sudah memasuki malam jum'at Tabligh akan bergentayangan untuk menyebarkan sedikit ilmu keislaman.. Nah untuk dakwah virtual malam ini, Kita akan meberitahu tentang "Hukum membaca isti'adah dan basmallah ketika hendak membaca Al Quran" yuk kita baca dan pahami agar mengaju kita mendapat pahala dan baroqah dari Allah SWT...
"HUKUM MEMBACA ISTI'ADAH DAN BASMALLAH KETIKA HENDAK MEMBACA AL QURAN"
Arti isti’adzah menurut bahasa adalah berlindung, berupaya kuat dan berpegang teguh. Sedangkan menurut istilah adalah suatu permohonan kepada allah guna mendapatkan kekuatan sehingga dengannya terpelihara dari godaan syaitan yang terkutuk. Isti’adzah dikenal dengan ta’awudz dan Ulama sepakat menegaskan bahwa kalimat istiadzah tidak termasuk ayat Al-Qur’an. Diantara manfaat Ta’awudz ialah untuk menyucikan mulut dari perkataan sia- sia dan buruk yang biasa dilakukannya dan untuk mengharumkannya.

Lafaz isti'adah adalah :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Sedangkan temen temen hukum membaca isti'adzah sebelum memulai tilawah adalah sunnah. Allah SWT berfirman:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
"Apabila kamu hendak membaca Al Quran maka berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk". (QS.An-Nahl : 98)

Adapun membaca basmallah sangat dianjurkan (mustahabbah), baik di awal surat atau pertengahan surat kecuali pada surat At Taubah. Baik di lakukan dengan suara keras atau pelan. Sebagian ulama Qira'at memberinya hukum wajib sina'i (kewajiban yang apabila di tinggalkan tidak berdosa). Istilah tersebut di gunakan karena Rasulullah sangat menganjurkan membaca basmallah, sebagaimana di dalam sabdanya :
كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ
“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya)

Sekian dulu ya temen temen, dan Jangan lupa ya temen temen, ketika hendak membaca al quran awali dulu dengan membaca isti'adah(ta'awuz) dan basmallah....
Semoga Bermaanfaat ..
Dan jangan lupa untuk disebarkan karna dalam hadits dejelakan bahwa :
. بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Sampaikanlah dariKu walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).
Billahifisabililhaq fastabiqul khairot
Wassalamu'alaikum Warahmatullahiwabarakatu.

Jumat, 06 April 2018

Tips Agar Mudah Sholat Tahajud

Assalamu'alaikum Akhi wa Ukhti ...

Kayfa haluk?Semoga kalian semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT Aamiin.
Tabligh balik lagi nih 😊😊
dan kali ini Tabligh akan mengulas tema "Tips Agar Mudah Sholat Tahajud"
Banyak orang yang ingin istiqomah mengerjakan Shalat Tahajud. Tapi, tak sedikit yang mengeluh karena kesulitan bangun malam. Mata mengantuk, udara dingin, dan tidur yang terlewat lelap menjadi masalah. Adakah kiat-kiat agar kita mudah bangun malam?
Sahabat.. pernah tidak kesulitan bangun malam untuk mengerjakan Shalat Tahajud? 
Padahal sudah bertekad bangun, memasang alarm, dan berpesan kepada teman, tapi tetap saja kita tak terbangun.😌 Kita malas-malasan. Sudah tidur nyenyak, kenapa harus bangun? Begitu nafsu kita berbisik. Apalagi kalau kita kecapaian sepulang kerja. Bangun malam rasanya sangat susah.
Kita sama-sama tahu bahwa Shalat Tahajud sangat dianjurkan. Malah, kita juga pernah membaca ayat yang menjelaskan keutamaannya. “Dan pada sebagian malam hari kerjakanlah Shalat Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra’: 79)

Jadi, jika kita ingin mudah bangun malam, kita bisa mengamalkan kiat-kiat berikut:

1. Tidur lebih awal. Sesegera mungkin istirahat jika sudah tidak ada kegiatan penting. Bisa juga dengan tidur di siang hari.

2. Memasang alarm. Setel alarm dan letakkan di samping tempat tidur kita.

3. Tidak makan terlalu banyak sebelum tidur. Biasakan makan sekadarnya saja sebelum tidur.

4. Berdoa sebelum tidur. Sebelum tidur sempatkan membaca doa dan zikir.

5. Segera bangun begitu mendengar bunyi alarm. Menunda bangun hanya akan menutup kembali mata kita dan menghilangkan semangat kita untuk bangun.

6. Mengatur timer AC. Atur timer AC terlebih dulu, baru kita rebahkan badan di tempat tidur.

7. Mengajak orang-orang terdekat untuk Shalat Tahajud. Minta orang terdekat yang kita ajak bangun malam untuk membangunkan kita.

Nah gimana?sudah dapat dimengertikan? selamat mencoba ya...
Semoga Bermaanfaat 😊
Dan jangan lupa untuk disebarkan karna dalam hadits dejelakan bahwa :
. بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Sampaikanlah dariKu walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).

Billahifisabililhaq fastabiqul khairot
Wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatu.

8 Manfaat Dari Bulan Rajab

_Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh_


Tahu kah kalian tentang 8 Manfaat Dari Bulan Rajab?


Begitu agungnya bulan ini karena banyak manfaat yang di dapat dari bulan Rajab. Sementara letak bulan Rajab antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. Sedangkan untuk hitungan dari agama disebutkan bahwa penciptaan langit dan bumi, malam dan siang diatur oleh Allha SWT . Dan Allah menjadikan dalam satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Sedangkan hitungan dari tahun masehi juga dua belas bulan bedanya hitungan masehi lebih pada angka yang muncul selama satu bulan tersebut atau hitungan munculnya matahari. Berikut ini ulasan dari manfaat bulan rajab yaitu :


1) Puasa

Berpuasa tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja namun juga di bulan Rajab yang jatuh sebagai puasa sunah. puasa berarti menahan lapar dan haus serta tindakan yang dapat membatalkan pahala puasa yang dilakukan sejak sahur hingga matahari terbenam. jadi selama puasa harus bisa menjaga sikap dan juga pikiran agar tidak membatalkan pahala dari puasa itu sendiri. berikut ini sabda dari Rasulullah SAW tentang Puasa di bulan Rajab:
”Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan bila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.” (HR. At-Thabrani)

2) Catatan Amal Selama 60 Bulan

Masih berkaitan dengan puasa yang dilaksanakan pada bulan rajab ada hadist yang berbunyi seperti berikut ini :
“Barang siapa yang puasa pada tanggla 27 pada bulan Rajab, Allah SWT mencatat pahala sebagaimana orang yang puasa selama 60 bulan”. (Abu hurairah)
Jadi puasa hanya dilakukan selama satu hari pada tanggal 27 rajab diberikan oleh Allah SWT pahala seperti orang yang melakukan puasa selama 60 bulan tanpa putus – putus. Karena itu jangan ragu untuk melaksanakan puasa karena bukan hanya pahalanya saja namun puasa juga memberikan kesehatan pada tubuh kita.

3) Puasa 7 Hari

Dan dalam melaksanakan jumlah hari pada puasa di bulan Rajab juga terdapat keistimewaan – keistimewaan yang tidak di dapat pada bulan lainnya yaitu jika puasa yang kita lakukan berjumlah 7 hari dalam artian seminggu maka manfaat yang didapatkan adalah tertutupnya pintu neraka bagi yang melaksanakan puasa tersebut.

4) Delapan Hari Berpuasa

Untuk jumlah delapan hari berpuasa di bulan Rajab makan keistimewaan yang di dapat adalah terbukanya pintu surga bagi yang menjalankan puasa tersebut. Surga merupakan balasan bagi orang – orang yang senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT dan memang berniat berpuasa karena Allah saja bukan karena yang lainnya.

5) Sepuluh Hari Berpuasa

Semakin panjang hari yang anda isi dengan melakukan puasa – puasa di bulan rajab maka akan banyak keistimewaan yang anda dapatkan seperti puasa 10 hari di bulan rajab maka akan dihapus dosa – dosa dan diganti dengan kebaikan. Maksud disini adalah setiap manusia pasti setiap hari melakukan dosa dan cara untuk menebus dosa adalah dengan sholat yang dilakukan sebanyak 5 kali dalam sehari. Dosa yang dihapus saat melaksanakan puasa diganti dengan kebaikan yang kekal dan memberikan manfaat bagi kita di akhirat nanti.

6) Satu Hari Berpuasa

Dengan melakukan satu hari puasa pada bulan rajab maka ganjaran yang didapatkan untuk itu adalah mendapatkan air susu yang berasal dari sungai Rajab di surga. Sabda Rasulullah SAW :
”Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikarunia minum dari sungai tersebut.”

7) Doa yang Tidak Tertolak

Melakukan doa pada saat bulan rajab pada umumnya tidak akan tertolak terlebih kita berdoa pada Allah SWT dalam keadaan sedang menjalankan ibadah puasa di bulan rajab. Karena itu berdoa di bulan rajab merupakan salah satu keisitmewaan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Ambil kesempatan ini dan selalu ingat agar tidak melewatkannya dalam satu tahun sekali. Dan Nabi Muhammad SAW pun mengucapkan doat menyambut bulan rajab dengan doa sebagai berikut :
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Sebagai doa untuk menyambut datangnya bulan rajab yang penuh dengan keagungan dan pegampuna jika dilakukan dengan sungguh – sungguh dan tulus.
” Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”

8) Sholat Sunat Rajab

Di bulan rajab juga ada manfaatnya saat melaksanakan sholat sunat rajab. Karena itu ada sabda dari nabi Muhammad SAW yang menerangkan bahwa barang siapa yang mendirikan shilat sunat rajab maka dirinya di selamatkan oleh Allah SWT dari siksa api nerakan dan diwajibkan untuk masuk ke dalam surganya Allah SWT yang besar dan luasnya melebihi langit dan bumi.

_Billahifisabililhaq fastabiqul khairot wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatu_

Sumber : https://manfaat.co.id/manfaat-bulan-rajab
#PKIMMFEBUHAMKAJAKSEL
#BIDANGTABLIGH
#IMMJAYAJAYA
#PERIODE2017-2018

Sabtu, 21 Oktober 2017

Amalan yang Menemani di Alam Kubur

_Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh_

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

“Yang mengikuti mayit ke kuburnya ada tiga, lalu dua kembali dan yang tinggal bersamanya hanya satu; yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya, lalu kembali keluarga dan hartanya, dan yang tinggal hanya amalnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]

Beberapa Pelajaran:

1) Hadits yang mulia ini mengajarkan kepada kita pentingnya amal shalih dalam kehidupan dunia ini sebagai bekal untuk kehidupan di negeri akhirat yang kekal. Allah ta’ala berfirman,

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ

“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.” [Al-Baqoroh: 197]

2) Sungguh sangat disayangkan sekali, apabila kita baru tersadar untuk beramal shalih tatkala kematian telah datang untuk menjemput kita, ketika penyesalan tiada lagi berarti. Allah ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Wahai Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal shalih yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (alam barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan.” [Al-Mukminun: 99-100]

3) Lebih mengerikan lagi, ketika penghuni neraka meraung-raung untuk meminta dikembalikan ke dunia demi beramal shalih. Allah ta’ala berfirman,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal shalih, berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.” [Faathir: 37]

4) Peringatan untuk tidak terlena dengan keluarga dan harta, kemudian lupa beramal shalih untuk kehidupan yang hakiki dan kebahagiaan yang sejati di negeri akhirat. Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” [Al-Munafiqun: 9]

5) Amalan yang akan menemani seseorang di alam kubur adalah seperti yang disebutkan dalam hadits Al-Barro bin ‘Azib radhiyallahu’anhu, yaitu apabila amalnya baik maka yang akan menemaninya dalam bentuk seseorang yang bagus wajahnya, pakaiannya dan aromanya, apabila amalannya jelek maka sebaliknya.

Dan kuburan orang yang beramal shalih diluaskan sejauh matanya memandang, dibukakan pintu surga sehingga berhembus aroma yang harum. Sebaliknya, orang yang beramal jelek kuburannya disempitkan, dibukakan pintu neraka sehingga berhembus panasnya, maka kuburan dapat menjadi taman surga atau jurang neraka, tergantung amal seseorang ketika di dunia. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

 *BillahifisabililhaqFastabiqulkhairot*
 _Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu_

Sumber: https://sofyanruray.info/hanya-amalan-yang-menemani-di-alam-kubur/

#PKIMMFEBUHAMKAJAKSEL
#BIDANGTABLIGH
#JAYAJAYAJAYA

Kamis, 21 September 2017

Keutamaan Puasa Arafah

Assalamualaikum Warahmatullahuwabrakatu. Selamat malam IMMawan dan IMMawati, sudah kah kita berpuasa Arafah pada tahun ini? Jika belum, semoga ditahun selanjutnya kita semua dapat melaksanakan puasa tersebut. Tahukah teman-teman salah satu amalan utama di awal Dzulhijjah adalah puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW Bersabda

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”

Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”

Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).

“Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari no. 1989 dan Muslim no. 1124).

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).

Setelah kita mengetahui hal ini, tinggal yang penting prakteknya. Juga jika risalah sederhana ini bisa disampaikan pada keluarga dan saudara kita yang lain, itu lebih baik. Biar kita dapat pahala, juga dapat pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik. “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam) " (HR.Muslim).

Semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Walaikumsalan warahmatullahiwabarakatu.
#PKIMMFEBUHAMKAJAKSEL
#BIDANGTABLIGH
#IMMJAYAJAYAJAYA
#MALAMJUMATBAROKAH

Sumber : https://m.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/keutamaan-puasa-arafah.htm

Secercah Harapan Tetuka

  Secercah Harapan Tetuka Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat heterogenitas yang cukup tinggi....