Jumat, 31 Juli 2020

RESUME BUKU TAK SEKEDAR MERAH

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....





Gerakan 21 IMM PTM menuju kemandirian
Ahmad janan febrianto mantan presiden mahasiswa UMY Instruktur DPD IMM DIY

Selama ini tidak sedikit kader dari pergerakan lain yang berkata bahwa IMM adalah organisasi yang manja. bagi IMM yang tumbuh dilahan subur PTM ( perguruan tinggi Muhammadiyah ) seperti di UMY,seletingan tersebut terdengar hampir setiap tahun.
Berawal dari ingin menjadikan organisasi kita cerdik,maka sudah saatnya kita jadikan kritik sebagai tangga mencapai kesuksesan yang kolektif dengan menangapinya dengan bijak.sebenarnya jika kita melihat Kembali AD/ART IMM yang ada , terdapat pasal yang dapat kita jadikan dasar untuk membawa kita pada kemandirian .tentunya jika kita tafsirkan pasal tersebut.pasal tersebut adalah pasal yang membahas tentang keuangan organisasi.
Gerakan 21 merupakan Gerakan menabung ( kalau tidak mau dikatakan iuran rutin ) untuk meleporkan belenggu ketergantungan komisariat dari ocehan “ Gerakan imm Gerakan anak manja “ . Gerakan ini tentunya Gerakan jangka Panjang ,sebab tidak ada kemerdekaan yang dihasilkan secara instan .

Konsep Gerakan 21

Gerakan ini adalah Gerakan menabung tiap anggota komisariat sebesar Rp 1000 setiap 2 hari dengan pembagian teknis hari pertama untuk immawan
Instruktur sebagai labolatorium perkaderan ikatan,mungkinkan?
Ahmad janan febrianto mantan presiden mahasiswa UMY Instruktur DPD IMM UMY
Pengertian kader dan kaderisasi secara etimologis kata “kader “ merupakan kata serapan yang berasal dari Bahasa prancis cadre yang artinya (a) datar ,( b ) pangkat bintara dalam militer yang menjelma sebagai kota cadre dalam Bahasa inggris yakni individu sebagai bakal calon dari warga perkumpulan.organisasi yang dilatihuntuk mendukung posisi yang penting sedangkan menurut istilah kader dapat diartikan orang atau kumpulan orang yang dibina dalam sebuah organisasi yang berfungsi sebagai pemihak dan membantu tugas dan fungsi pokok organisasi tersebut ( nanu wilayah )
Dalam linkungan Muhammadiyah ,kader adalah anggota inti pengeran persyarikatan secara spesifik dan memiliki fungsi khusus kader Muhammadiyah adalah mereka yang dipersiapkan menduduki suatu jabatan didalam unit . unit organisasi /suatu kepengurusan dilingkungan persyarikatan.

Kaderisasi IMM secara makro

Dalam sistem perkaderan ikatan ( spi ) IMM menyebutkan bahwa tujuan dari perkaderan IMM ialah untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas akademik yang zaman yang berakhlakul varimah dengan proyeksi sikap individual yang mandiri,bertanggung jawab dan memiliki vomitmen serta kompetisi perjuangan dakwah amar ma`ruf nahi munkar.hal tersebut menjadi tujuan ideal dari kaderisasi disetiap level,mulai dari akar rumput hingga tingkat pusat.

Fase individualsasi

Pada tahap ini , kader baru akan ditanamkan semangat untuk mengali potensi yang ada pada diri mereka masing – masing.
Pimpinan organisasi hanya berfungsi sebagai fasilitator ,penyedia berbagai macam sarana dan prasarana untuk mengenali jati diri mereka.


Fase differensiasi

Jika kader dianologikan seperti benih atau biji yang sedang tumbuh , maka tahapan differensiasi pada proses kaderisasi sama dengan perjalanan biji Ketika tumbuh.
Pada pertumbuhan biji, sel-sel di daerah differensasi ini telah berubah bentuk sesuai fungsinya.


Tak sekedar merah

“saya melihat,dalam Muhammadiyah telah banyak orang yang larut untuk beramal shaleh dan menggunakan Muhammadiyah sebagai media beramal.tetapi , ada satu hal yang tidak lazim di temukan di Muhammadiyah yakni Muhammadiyah sebagai rumah intelektual “
( moeslim Abdurrahman )

Catatan awal pada tahun 1964 kaum muda Muhammadiyah mencapai puncaknya mereka bergejolak untuk melahirkan organisasi otonom yang bernama ikatan mahasiswa Muhammadiyah ( IMM )
Saat ini IMM sudah menginjak setengah abad perjalanan ini
Bukan perjalanan yang sebentar bagi sebuah organisasi Gerakan mahasiswa dan otonom Muhammadiyah .buku ini hanya kumpulan tulisan kader IMM AR Fakhruddin kota Yogyakarta melalui MIM indegenous school tulisan yang berisi tentang harapan,proses dan kegelisahaan mengenai IMM jelang setengah abad karenanya kami menyebut buku ini sebagai pengakuan dan perdakwahan
Bahwa IMM tidak pernah kebal kritik dan protes. Lewat cara ini mereka ingin menyampaikan kepada seluruh kader IMM bahwa peringatan ritus kelahiran bukan hanya diperingati dengan cara euphoria.
Melainkan dengan cara bersikap reflektif dan knedo berfikir.

Membaca arus Gerakan pemikiran IMM

Maricus Ahmadi, mantan kabid organisasi PC IMM AR Fakhruddin kota Yogyakarta
tahun priode 2008-2009 dan mantan sekertaris umum DPD / IMM DIY 2010-2012

spirit perjuangan rassulullah dan para sahabat menggugah anak muda yang bernama Muhammad Darwis yang berumur 15 tahun untuk memper dalam ajaran islam ke mekkah disana beliau bergulat dengan pemikiran besar sehingga beliau pun memutuskan Kembali kenegrinya untuk meluruskan ajaran islam yang mulai bercampur aduk dengan budaya lokal khususnya dalam praktek ibadah.
Berlalunya waktu,darwis sadar bahwa ia tidak bisa berjuang sendirian ditengah kondisi negeri yang di tengah dijajah kolonial belanda.
Akhirnya ia pun membentuk organisasi Muhammadiyah dimana organisasi tersebut untuk memperjuangkan islam dengan cara yang baru dan mendapatkan anak muda dengan gagasan progresif nya

Gen pemikiran IMM

Yang selama ini menjadi perbincangan dan diskusi Panjang di pc imm ar Fakhruddin kota Yogyakarta sejak pertengahan 2007. Wacana pentingnya gen pemikiran ini pun menjadi pembahasan sensus dihampir periodesasi kepimimpinan cabang imm ar Fakhruddin bahkan saat tanwir banten imm XXIV dibanten dan muktamar XV IMM di medan wacana gen pemikiran coba ditawar kan kepada kader IMM se Indonesia namun, itu pun kurang mendapatkan respon positif.
Gen pemikiran tidak memposisikan trilogi sebagai nilai agung yang tidak bisa menafsirkan realitas
Tetapi triologi dalam mekanisme kerja gen pemikiran dijadikan metodelogi dengan cara seperti ini trilogi menjadi lebih hidup dan dapat dipertanggung jawabkan secara akademik atau tidak timbulnya gejolak pemikiran dikalangan kaum muda Muhammadiyah termasuk IMM merupakan upaya ijtiha dan untuk menjawab permasalahan konten porer yang tidak bisa hanya diselesaikan dengan formalisme structural administratif terlebih beberapa pemikir yang lahir dalam embrio Muhammadiyah kemudian pecah kongsi menjadi 3 aliran yaitu aliran puritan , aliran liberal , dan aliran dekonstruksi.


Mengenal dan memperbarui alam pikiran Muhammadiyah melalui IMM

Rijal Ramdhani : mantan wakil presma UMY , mantan direktur MIM indigenous school dan instruktur DPD IMM DIY

Muqodidimah secara sederhana ada tiga kacamata yang bisa digunakan oleh kita untuk mengenal Muhammadiyah :

Pertama , Melihat Muhammadiyah dari aspek historisitasnya.
Bagaimana sebetul Muhammadiyah lahir ?
Apa sesungguhnya yang melatar belakangi kyai dahlan sehingga berpikir untuk mewujud pembumian risalan al – maunnya dengan mendirikan organisasi Muhammadiyah ?

Kedua, memahami aspek ideologis sebagai keyakinan dan cita – cita besar yang menjadi pendorong Muhammadiyah dalam beramal

Ketiga memahami Muhammadiyah dari aspek institusionalnya.
Hal – hal yang berkaitan dengan struktural kepengurusan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah islam dan bagaimana sebagainya pembaharuan pemikiran didalam Muhammadiyah.


Penulis : KELOMPOK 4


Untuk yang ingin melihat resume beberapa buku IMM dari hasil ulasan kader selegkapnya dapat di akses melalui link :



Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

#BIDANGRISETDANPENGEMBANGANKEILMUAN

#PKIMMFEBUHAMKAJAKSEL
































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan Tetuka

  Secercah Harapan Tetuka Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat heterogenitas yang cukup tinggi....