Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....
Gerakan 21 IMM PTM menuju kemandirian
Ahmad janan febrianto mantan presiden mahasiswa UMY Instruktur DPD IMM DIY
Selama ini tidak sedikit kader dari
pergerakan lain yang berkata bahwa IMM adalah organisasi yang manja. bagi IMM
yang tumbuh dilahan subur PTM ( perguruan tinggi Muhammadiyah ) seperti di
UMY,seletingan tersebut terdengar hampir setiap tahun.
Berawal dari ingin menjadikan
organisasi kita cerdik,maka sudah saatnya kita jadikan kritik sebagai tangga
mencapai kesuksesan yang kolektif dengan menangapinya dengan bijak.sebenarnya
jika kita melihat Kembali AD/ART IMM yang ada , terdapat pasal yang dapat kita
jadikan dasar untuk membawa kita pada kemandirian .tentunya jika kita tafsirkan
pasal tersebut.pasal tersebut adalah pasal yang membahas tentang keuangan
organisasi.
Gerakan 21 merupakan Gerakan
menabung ( kalau tidak mau dikatakan iuran rutin ) untuk meleporkan belenggu
ketergantungan komisariat dari ocehan “ Gerakan imm Gerakan anak manja “ .
Gerakan ini tentunya Gerakan jangka Panjang ,sebab tidak ada kemerdekaan yang
dihasilkan secara instan .
Konsep Gerakan 21
Gerakan ini adalah Gerakan menabung
tiap anggota komisariat sebesar Rp 1000 setiap 2 hari dengan pembagian teknis
hari pertama untuk immawan
Instruktur sebagai labolatorium
perkaderan ikatan,mungkinkan?
Ahmad janan febrianto mantan
presiden mahasiswa UMY Instruktur DPD IMM UMY
Pengertian kader dan kaderisasi
secara etimologis kata “kader “ merupakan kata serapan yang berasal dari Bahasa
prancis cadre yang artinya (a) datar ,( b ) pangkat bintara dalam militer yang
menjelma sebagai kota cadre dalam Bahasa inggris yakni individu sebagai bakal
calon dari warga perkumpulan.organisasi yang dilatihuntuk mendukung posisi yang
penting sedangkan menurut istilah kader dapat diartikan orang atau kumpulan
orang yang dibina dalam sebuah organisasi yang berfungsi sebagai pemihak dan
membantu tugas dan fungsi pokok organisasi tersebut ( nanu wilayah )
Dalam linkungan Muhammadiyah ,kader
adalah anggota inti pengeran persyarikatan secara spesifik dan memiliki fungsi
khusus kader Muhammadiyah adalah mereka yang dipersiapkan menduduki suatu
jabatan didalam unit . unit organisasi /suatu kepengurusan dilingkungan
persyarikatan.
Kaderisasi IMM secara makro
Dalam sistem perkaderan ikatan ( spi
) IMM menyebutkan bahwa tujuan dari perkaderan IMM ialah untuk menciptakan
sumber daya manusia yang memiliki kapasitas akademik yang zaman yang
berakhlakul varimah dengan proyeksi sikap individual yang mandiri,bertanggung
jawab dan memiliki vomitmen serta kompetisi perjuangan dakwah amar ma`ruf nahi
munkar.hal tersebut menjadi tujuan ideal dari kaderisasi disetiap level,mulai
dari akar rumput hingga tingkat pusat.
Fase individualsasi
Pada tahap ini , kader baru akan
ditanamkan semangat untuk mengali potensi yang ada pada diri mereka masing –
masing.
Pimpinan organisasi hanya berfungsi
sebagai fasilitator ,penyedia berbagai macam sarana dan prasarana untuk
mengenali jati diri mereka.
Fase differensiasi
Jika kader dianologikan seperti
benih atau biji yang sedang tumbuh , maka tahapan differensiasi pada proses
kaderisasi sama dengan perjalanan biji Ketika tumbuh.
Pada pertumbuhan biji, sel-sel di
daerah differensasi ini telah berubah bentuk sesuai fungsinya.
Tak sekedar merah
“saya melihat,dalam Muhammadiyah
telah banyak orang yang larut untuk beramal shaleh dan menggunakan Muhammadiyah
sebagai media beramal.tetapi , ada satu hal yang tidak lazim di temukan di
Muhammadiyah yakni Muhammadiyah sebagai rumah intelektual “
( moeslim Abdurrahman )
Catatan awal pada tahun 1964 kaum
muda Muhammadiyah mencapai puncaknya mereka bergejolak untuk melahirkan
organisasi otonom yang bernama ikatan mahasiswa Muhammadiyah ( IMM )
Saat ini IMM sudah menginjak
setengah abad perjalanan ini
Bukan perjalanan yang sebentar bagi
sebuah organisasi Gerakan mahasiswa dan otonom Muhammadiyah .buku ini hanya
kumpulan tulisan kader IMM AR Fakhruddin kota Yogyakarta melalui MIM indegenous
school tulisan yang berisi tentang harapan,proses dan kegelisahaan mengenai IMM
jelang setengah abad karenanya kami menyebut buku ini sebagai pengakuan dan
perdakwahan
Bahwa IMM tidak pernah kebal kritik
dan protes. Lewat cara ini mereka ingin menyampaikan kepada seluruh kader IMM
bahwa peringatan ritus kelahiran bukan hanya diperingati dengan cara euphoria.
Melainkan dengan cara bersikap
reflektif dan knedo berfikir.
Membaca arus Gerakan pemikiran IMM
Maricus Ahmadi, mantan kabid
organisasi PC IMM AR Fakhruddin kota Yogyakarta
tahun priode 2008-2009 dan mantan
sekertaris umum DPD / IMM DIY 2010-2012
spirit perjuangan rassulullah dan
para sahabat menggugah anak muda yang bernama Muhammad Darwis yang berumur 15
tahun untuk memper dalam ajaran islam ke mekkah disana beliau bergulat dengan
pemikiran besar sehingga beliau pun memutuskan Kembali kenegrinya untuk
meluruskan ajaran islam yang mulai bercampur aduk dengan budaya lokal khususnya
dalam praktek ibadah.
Berlalunya waktu,darwis sadar bahwa
ia tidak bisa berjuang sendirian ditengah kondisi negeri yang di tengah dijajah
kolonial belanda.
Akhirnya ia pun membentuk organisasi
Muhammadiyah dimana organisasi tersebut untuk memperjuangkan islam dengan cara
yang baru dan mendapatkan anak muda dengan gagasan progresif nya
Gen pemikiran IMM
Yang selama ini menjadi perbincangan
dan diskusi Panjang di pc imm ar Fakhruddin kota Yogyakarta sejak pertengahan
2007. Wacana pentingnya gen pemikiran ini pun menjadi pembahasan sensus
dihampir periodesasi kepimimpinan cabang imm ar Fakhruddin bahkan saat tanwir
banten imm XXIV dibanten dan muktamar XV IMM di medan wacana gen pemikiran coba
ditawar kan kepada kader IMM se Indonesia namun, itu pun kurang mendapatkan
respon positif.
Gen pemikiran tidak memposisikan
trilogi sebagai nilai agung yang tidak bisa menafsirkan realitas
Tetapi triologi dalam mekanisme kerja
gen pemikiran dijadikan metodelogi dengan cara seperti ini trilogi menjadi
lebih hidup dan dapat dipertanggung jawabkan secara akademik atau tidak
timbulnya gejolak pemikiran dikalangan kaum muda Muhammadiyah termasuk IMM
merupakan upaya ijtiha dan untuk menjawab permasalahan konten porer yang tidak
bisa hanya diselesaikan dengan formalisme structural administratif terlebih
beberapa pemikir yang lahir dalam embrio Muhammadiyah kemudian pecah kongsi
menjadi 3 aliran yaitu aliran puritan , aliran liberal , dan aliran
dekonstruksi.
Mengenal dan memperbarui alam
pikiran Muhammadiyah melalui IMM
Rijal Ramdhani : mantan wakil presma
UMY , mantan direktur MIM indigenous school dan instruktur DPD IMM DIY
Muqodidimah secara sederhana ada
tiga kacamata yang bisa digunakan oleh kita untuk mengenal Muhammadiyah :
Pertama , Melihat Muhammadiyah dari
aspek historisitasnya.
Bagaimana sebetul Muhammadiyah lahir
?
Apa sesungguhnya yang melatar
belakangi kyai dahlan sehingga berpikir untuk mewujud pembumian risalan al – maunnya
dengan mendirikan organisasi Muhammadiyah ?
Kedua, memahami aspek ideologis
sebagai keyakinan dan cita – cita besar yang menjadi pendorong Muhammadiyah
dalam beramal
Ketiga memahami Muhammadiyah dari
aspek institusionalnya.
Hal – hal yang berkaitan dengan
struktural kepengurusan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah islam dan
bagaimana sebagainya pembaharuan pemikiran didalam Muhammadiyah.
Penulis : KELOMPOK 4
Penulis : KELOMPOK 4
Untuk yang ingin melihat resume beberapa buku IMM dari hasil ulasan kader selegkapnya dapat di akses melalui link :
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
#BIDANGRISETDANPENGEMBANGANKEILMUAN
#PKIMMFEBUHAMKAJAKSEL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar