Selasa, 11 Agustus 2020

HASIL KARYA TULIS KADER _ PART II

 Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh...

 



" Keluarga Baru di PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan "

                        

            Saya merupakan seorang Mahasiswa jurusan Manajemen dari salah satu Universitas islam swasta di Jakarta Timur, Saat ini saya sedang menempuh pendidikan dari tahun 2018 dan berada disemester 4 menuju semester 5. Saat ini saya baru saja mengikuti sebuah Organisasi, hal ini dikarenakan beberapa hal yang membuat saya menunda untuk mengikuti sebuah Organisasi di Kampus, salah satunya adalah karena terkendala rumah yang jauh, juga kondisi perjalanan yang sangat rawan jika saya pulang terlambat, dan tentunya disebabkan oleh orang tua yang belum mengizinkan.

            Padahal bisa dibilang, saat itu saya sangat menginginkan untuk ikut berorganisasi karena saya ingin terus berkembang, mendapatkan banyak ilmu, menambah pengalaman, menambah teman, wawasan yang luas juga saat itu melihat teman-teman saya saat semester awal dimana mereka sangat antusias dan berpartisipasi dalam sebuah organisasi yang ada di Kampus. Namun, saya harus menunda kondisi seperti yang dialami teman-teman saya hingga satu tahun kedepan. Dan tibalah saat di Semester 3 menuju semester 4 saya berhasil meyakinkan kedua orang tua saya untuk mengikuti Organisasi yang ada di  Kampus dengan segala pertimbangan yang ada dan beberapa dampak positif dan juga hasil yang akan saya dapatkan ketika saya memanfaatkan serta ikut berpartisipasi dalam sebuah Organisasi Kampus.

            Ketika itu saya tertarik untuk mengikuti Organisasi PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan, karena banyak teman-teman saya yang bergabung sebelumnya disana dan telah masuk dalam kepengurusan. Bukan hanya hal itu saja, saya juga mendengar banyak cerita yang beredar dari mulut ke mulut bahwa kekeluargaan didalam PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan juga lebih terasa dan lebih dapat diantara para pengurusnya, para demisionernya dan juga para kader lainnya, diantara kami semua tidak memandang senioritas dan tingkat usia, semua sama diantara kami, semua adalah keluarga yang saling membantu,  memberikan ilmu dan pengalaman satu sama lain.

            Kesan pertama saya saat itu sebelum bergabung dengan PK IMM FEB Jakarta Selatan adalah ketika saya ikut menghadiri pegukuhan atau pelantikan kepengurusan periode baru dan saat itu juga teman-teman saya dilantik sebagai pengurus diperiode baru dan saya melihat betapa senang dan bangganya mereka terhadap diri mereka sendiri dan tentang apa  yang akan mereka capai nantinya dikomisariat ini. Diantara mereka ada yang menjadi kepala bidang, sekretaris, hingga anggota bidang dan tentunya ini merupakan awal dimulainya perjuangan mereka dalam ber-IMM. Saat itu saya sangat antusias karena kakak pengurusnya saat itu sangat merangkul saya didalam pelantikan tersebut, mereka menanyakan kabar, asal prodi saya, latar belakang saya hingga minat dan bakat saya. Mereka tidak memberikan penghalang terhadap saya dan mereka bahkan tidak mengetahui terlepas saya akan naik kepengurusan atau tidak tetapi mereka tetap memberikan kenyamanan, memberikan hal dan sesuatu yang terbaik untuk saya saat itu.

            Sebagian orang memang menganggap hal itu merupakan sesuatu yang wajar dan sudah biasa, namun bagi saya itu merupakan hal yang luar biasa dan titik awal saya mulai tertarik dan mulai menaruh hati pada komisariat ini. Didalam PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan jua mengadakan kegiatan dimana kegiatan ini merupakan ajang untuk mendekatkan diri diantara para pengurus dan juga para kadernya dengan mengadakan acara internal dari bidang kader yaitu adalah “AYO BAKSOIN” ( Asyik Yok Bareng Kalian Sore Ini), dimana acara ini merupakan proses pendekatan diantara para kader dan juga pengurusnya yang diawali dengan perkenalan hingga makan bersama saat itu. Ini merupakan sesuatu yang akan diingat dan menjadi sebuah cerita nantinya, dan juga kami diberikan stiker sebagai kenang-kenangan dan juga tanda serta identitas bahwa kami telah membangun dan mempererat ukhuwah islamiyah, membangun dan mempererat tali silaturahmi diantara kami sebagai kumpulan keluarga baru.

            Sulit memang diungkapkan dengan kata-kata untuk menggambarkan bagaimana kekeluargaan yang telah dibangun oleh PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan ini  sebagai keluarga baru saya. Karena keluarga bagi saya adalah bukan apa yang kita inginkan akan selalu dipenuhi tetapi bagaimana sebuah rasa kenyamanan itu dibentuk didalamnya dan tercukupi kebutuhan rasa kasih sayang dan cinta terhadap sesama Muslim dan pejuang dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Keluarga ini merupakan tempat saya untuk belajar dalam berorganisasi dan berdakwah dan dibentuk menjadi generasi  yang religius dan intelektual, mereka sebagai kakak bagi saya juga selalu membimbing, mengarahkan dan memperhatikan setiap perkembangan saya dan tidak lupa juga selalu memberikan motivasi agar saya terus berjalan dan maju kedepan. Tanpa sedikitpun meninggalkan kami semua ditengah jalan, walaupun dengan rasa lelah dan letih mereka, namun bagi mereka dengan lelah tiada kata lelah dan kebahagiaan kami merupakan kebahagiaan juga untuknya.

Tidak ada sepatah katapun yang dapat saya sampaikan kepada kalian, hanya Terimakasih dan juga do’a yang dapat saya panjatkan untuk kalian, semoga apa-apa yang kalian berikan baik itu ilmu maupun pengalaman akan diberikan ganjaran pahala jariyah dari Allah SWT, dan kami sebagai kader dapat mengikuti jejak kalian semua dalam berorganisasi dan berdakwah terutama jejak yang positif dan baik untuk kami. Hadirnya kalian adalah sebagai Guru dan pembimbing bagi kami agar kami bisa terus lebih baik lagi dalam berproses dan belajar didalam PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan.


Penulis : IMMawan Miftah Fadilah Ahyar

 



" Makro Perekonomian Indonesia Pasca-Pandemi Covid-19 "

 

Pandemi Covid-19 telah menjadi pandemi global dan polemik kesehatan dunia. Jumlah yang terinfeksi pun sudah terhitung banyak di berbagai negara. Jumlah penderita terbanyak yang terpapar virus Covid dan korban meninggal terbanyak ada di Amerika serikat, Spanyol, Italia, Inggris, Perancis. Termasuk Indonesia jumlah yang sembuh sudah semakin banyak, namun tren pasien yang meninggal belum menunjukan penurunan.

Bukan hanya kesehatan yang terdampak, dampak wabah ini pun terdampak pada perekonomian di dunia yang sangat dahsyat, temasuk Indonesia.

Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam dari 4,97 di kuartal 4 tahun 2019 menjadi 2,97 pada kuartal pertama 2020 ini, yang perkiraan disebabkan oleh pengaturan social distancing dan PSBB yang di berlakukan pada awal april 2020.

Kapan wabah pandemi COVID-19 ini berakhir? Bagaimana dengan keadaan perekonomian indonesia?

 

Presiden Joko Widodo yang menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengakibatkan permasalahan Ekonomi dan Perdagangan. Pembatasan kegiatan keagamaan, penutupan mall, yang mengakibatkan efek samping pada pelaku usaha dan mata pencarian tersedat bagi disektor informal (Arkadia Digital Media, 2020)

Pembangunan ekonomi yaitu usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas lapangan kerja dan mengarahkan pembagian pendapatan yang merata. Masalahnya di masa pandemi ini cukup sulit untuk mencapai keberhasilan ini.

Pandemi covid-19 ini pun berdampak pada angka pengangguran di indonesia. Penganguran kondisi dimana angkatan kerja belum mendapatkan pekerjaan dan berusaha mencari pekerjaan.

Di masa pandemi ini angka pengaguran terus bertambah, disebabkan banyak PHK di indonesia adanya aturan pemerintah tentang Lock down, PSBB, social Distancing, perusahaan yang tutup ataupun operasionalnya dan adanya rasa takut atas aturan pemerintah untuk di rumah saja.

Pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk membantu perekonomian Indonesia seperti: mengoptimalkan program kartu Pra-Kerja, mendorong kepada dunia usaha untuk memberikan intensif dari pada PHK, mengusahakan agar pandemi ini agar cepat berlalu dan kembali sempurna.

Peran Ekonomi Makro

Ekonomi makro adalah kajian tentang aktivitas yang membahas Ekonomi Negara yang digunakan untuk meliha dan mengukur stabilitas perekonomian suatu negara adalah inflasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Peluang untuk bangkit

Disisi makro Ekonomi adanya fiskal dengan realokasi anggaran untuk kesehatan, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi nasional dan sektor keuangan, yang di harapkan dapat meningkatkan perekonomian indonesia secara perlahan di kuartal ketiga.

Dengan stimulus fiskal dan stimulus moneter diharapkan memberi perubahan ekonomi Indonesia dan di ikuti penurunan tingkat bunga pasar sehingga mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

 

Penulis : IMMawati Rirlpa Juniari       

 

 

Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh...

           

#BIDANGRISETDANPENGEMBANGANKEILMUAN

#PKIMMFEBUHAMKAJAKSEL  

 

HASIL KARYA TULIS KADER _ PART I


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....



 

" Kondisi Perekonomian Indonesia Saat Ini "


            Indonesia yang biasa disebut juga dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara daratan benua Asia dan Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Negara ini adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau dan negara berpenduduk terbesar keempat di dunia serta negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia sampai saat ini. Ibu kota negara Indonesia adalah DKI Jakarta. Kepuluan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting sejak abad ke-7, yaitu sejak berdirinya kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan Hindu-Budha yang berpusat di Palembang.

            Dari Sabang sampai Marauke, negara ini terdiri dari banyak suku bangsa, bahasa, adat istiadat, dan agama. Sementara itu kekayaan sumber daya alam pun juga melimpah di negara ini. Saat ini kita ketahui bersama bahwasannya negara Indonesia sedang terkena pandemic Covid 19, yang dimana seluruh dunia pun juga merasakan akan hal itu. Covid 19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Akibat dari pandemic ini negara Indonesia mengalami dampak yang benar-benar merugikan dari sisi perekonomian. Perekonomian saat ini di negara Indonesia benar-benar menghawatirkan, pasalnya kita ketahui bersama akibat pandemic ini banyak ekspor barang yang kita lakukan terhambat dan juga usaha-usaha ataupun UMKM yang ada merasa sangat terkena dampaknya.

            Ekonomi mikro adalah ilmu yang membahas tentang peran individu pelaku ekonomi. Bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan, serta berinteraksi di dalam pasar. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) justru menjadi sector yang paling terkena hantaman dari pandemic Covid 19. Kita ketahui bersama pasalnya UMKM yang ada di Indonesia saat ini benar-benar bisa dikatan mati kutu karena susah untuk mendapatkan penghasilan seperti sedia kala. Masih banyak restoran, tempat usaha, warung-warung yang masih tutup karena efek pandemic ini yang tak kunjung usai, akibatnya tak tanggung-tanggung ada UMKM yang hampir dan hingga bangkrut karena kejadian ini.

            Pandemic Covid 19 ini memang benar-benar belum bisa dihapuskan atau dihilangkan dari dunia dan negara Indonesia, karena belum ada vaksin yang bisa melawan virus tersebut. Tetapi negara Indonesia tak diam begitu saja, banyak sekali alokasi dana ataupun kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah guna membantu perekonomian negara ini hingga Miliaran jumlahnya. Selain kita melihat apa yang dilakukan pemerintah, usaha kecil yang ada di negara ini juga sangat membutuhkan bantuan nya, karena usaha kecil sangat merasakan dampak dari pandemic covid 19 tersebut.

Bayangkan ketika 3 bulan sebelumnya dimana Indonesia, termasuk wilayah Ibu Kota DKI Jakarta melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang dimana perkantoran, pabrik, pusat perbelanjaan, hotel, tempat wisata, UMKM, dll menerapkan hal itu. Yang dimana kita harus benar-benar menerapkan protocol kesehatan yang di anjurkan oleh WHO dan juga Kemeskes Indonesia. Hal itu membuat masyarakat benar-benar merasa khawatir, karena dari tempat mereka bekerja sebagai pegawai kantor ataupun buruh pabrik terkena PHK yang dilakukan oleh kantor ataupun tempat usaha untuk meminimalisir pengeluaran di pandemic Covid 19 sekarang ini. Begitupun UMKM selama 3 bulan sangat sulit untuk mendapatkan penghasilan dan mereka harus putar otak untuk bisa tetap mempertahankan nya.

Tetapi Alhamdulillah ketika saya mendengar dan membaca berita banyak sekali relawan kegiatan sosial, organisasi atau orang-orang baik yang membantu UMKM tersebut dengan memesan sebuah produk dari usahanya yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat yang kebih membutuhkan. Dari situ kita bisa merasa senang karena masih ada segelintiran orang yang masih mau mebantu UMKM tersebut untuk menaikkan penghasilan di keadaan pandemic seperti ini. Sementara itu juga banyak sekali workshop ataupun pelatihan secara online ataupun langsung dengan mengikuti protocol kesehatan yang mengedukasi UMKM untuk selalu terus berkembang walaupun di keadaan sekarang ini.

 

Penulis : IMMawan Abriel Syahputra Yusuf




" Kondisi Perekonomian Indonesia Di Tengah Pandemi "
 


Seperti yang kita ketahui sekarang bahwa dampak dari pandemi ini sangat berpengaruh dalam segala aspek terutama pada kondisi kesehatan dan perekonomian negara. Kegiatan perekonomian adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya. Dengan adanya pandemi Covid-19 tidak dapat di pungkiri bahwa perekonomian Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi yang dibilang sangat tidak stabil hal ini ditunjukan oleh koreksi proyeksi pertumbuhan perekomian dunia oleh lembaga-lembaga internasional. Akibat yang membuat belum kondusifnya perkembangan perekonomian di dunia antara lain melemahnya pertumbuhan ekonomi negara-negara maju dan berkembang, penurunan harga komoditas, serta perbedaan arah kebijakan moneter dan fiskal di berbagai kawasan.

Dari analisis berbagai sumber berdasarkan pertumbuhan dari tahun ke tahun, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,53%. Hal ini cukup bisa dimaklumi mengingat dengan adanya anjuran dari pemerintah untuk “Stay at home” maka banyak orang menjalankan pekerjaan, hiburan dan pendidikan melalui teknologi informasi. Dengan terjadinya hal tersebut, volume penjualan listrik PLN ke rumah tanggapun otomatis meningkat.

Lalu kapan wabah Covid-19 ini berakhir? Dan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indoensia? Berdasarkan analisa data yang dikeluarkan oleh The Singapore University of Technology and Design dengan menggunakan metode estimasi pandemi, Susceptible Infected Recovered (SIR) dengan Data Driven Estimation (DDE), maka diperkirakan puncak pandemi di Indonesia telah terjadi pada bulan 19 April 2020 yang lalu dan diperkirakan akan berakhir secara total pada akhir Juli 2020 tapi pada kenyataannya pandemik ini masih terus meningkat, dan memang kita sebagai manusia hanya bisa memperkirakan saja. Bila prediksi yang ditujukan untuk pendidikan dan penelitian ini benar, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai titik terendah pada kuartal kedua. Sehingga dengan adanya PSBB yang biasanya idul fitri mempunyai pengaruh cukup besar untuk menggerakkan perekonomian namun dengan adanya peraturan tersebut menjadi sebaliknya.

Kondisi perekonomian Indonesia masih memiliki peluang untuk bangkit. Kekosongan aktivitas selama hampir 3 bulan sejak pertengahan Maret masih memberikan peluang bagi perusahaan untuk langsung bangkit. Keuangan perusahaan diperkirakan masih bisa bertahan sampai tiga bulan. Beda halnya bila aktivitas normal mulai diadakan pada bulan Agustus atau bahkan Desember. Perusahaan perlu waktu mencari lagi pegawai baru untuk memulai operasi. Dan banyak dari perusahaan juga tidak akan kuat bertahan selama lebih dari tiga bulan.

Dari sisi makro ekonomi, dengan adanya stimulus fiskal yang disertai dengan realokasi anggaran untuk kesehatan, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi nasional dari sektor keuangan, diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian secara perlahan di kuartal ketiga. Dengan menggunakan model Input-Output (IO), Tim Riset Ekonomi PT Sarana Multi Infrastruktur memperkirakan bahwa stimulus fiskal oleh pemerintah sebesar Rp405,1 triliun akan tercipta output dalam perekonomian sebesar Rp649,3 triliun. Sementara itu, nilai tambah dan pendapatan pekerja akan meningkat masing-masing sebesar Rp355 triliun dan Rp146,9 triliun. Penurunan tingkat bunga acuan ini diharapkan akan diikuti dengan penurunan tingkat bunga pasar sehingga dapat mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Pandemi Covid-19 ini juga telah memberikan nuansa baru pada rantai pasokan dunia (global supply chain).

Sumber pasokan dunia yang tadinya dikuasai kurang lebih 20 persen oleh negara China, telah bergeser ke beberapa negara lain karena adanya pandemi ini. Tentu saja untuk dapat merebut pada global supply chain, Indonesia harus berbenah diri agar lebih menarik investor. Penurunan tarif pajak penghasilan perusahaan yang telah dikeluarkan dalam Perppu I/2020 perlu diikuti oleh pembenahan dari sisi kepastian hukum investasi, reformasi birokrasi dan iklim ketenagakerjaan yang sehat. Segala daya upaya perlu dikerahkan secara bersinergi agar Indonesia dapat bangkit dari kondisi yang disebabkan dari  dampak pandemi Covid-19 saat ini. Adapun beberapa cara pemerintah untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi/bencana wabah virus Cronona ini, yaitu meningkatkan belanja pemerintah melalui proyek-proyek infrastruktur yang padat karya, padat modal, dan padat penyerapan tenaga kerja. Kemudian pemerintah memberikan insentif pada sektor pariwisata seperti memberikan diskon 30-35 % untuk tiket pariwisata, dan yang terakhir pemerintah terus menambah bantuan jaminan sosial serta penurunan suku bunga kredit.


Penulis : IMMawati Muthi' Hanina 'Inayati



 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

  

 

#BIDANGRISETDANPENGEMBANGANKEILMUAN

#PKIMMFEBUHAMKAJAKSEL

 

 


Rabu, 05 Agustus 2020

RESUME BUKU MELACAK SEJARAH KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN IMM



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....




BAB 1

 

          Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) produk muktamar ke-5 Tanggal 5 - 9 Sya'ban 1406 H / Tanggal 14 - 18 April 1986 M. di Padang Sumatra Barat, telah diamati muktamirin untuk menyusun buku sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) secara resmi dan dapat dijadikan literatur tunggal yang syah dalam masalah Sejarah Kelahiran IMM.

Langkah yang telah ditempuhnya, yaitu dengan membentuk tim penulisan sejarah resmi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yang diketuai oleh Immawan Drs. Sudarnoto Azeth, M.A. dan Noor Chozin Agham sebagai sekertaris.

Ada alasan etis yang menyebabkan, kenapa penulisan sejarah IMM secara resmi masih belum mewujudkan ? sebab dalam rangka menulis sejarah, memerlukan ketelitian, kejujuran,dan keikhlasan dalam mengkaji fakta dan data historis , serta memerlukan kemampuan daya nalar yang tinggi untuk memberikan interpretasi terhadap fakta dan data historik tersebut. Terutama terhadap pelaku sejarah itu sendiri. Tujuan melakukan pelacakan terhadap fakta dan data historic mengenai kelahiran IMM dan perkembangannya untuk mengusir kesan negative terhadap prospek IMM. Yang pada umumnya kesan tersebut berada dalam angan-angan mereka yang kurang setuju terhadap kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

 

BAB II

 

A.   Lacakan terhadap proses sejarah kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

 

Terdapat dua faktor integral yang mendasari kelahiran Ikatan MahasiswaMuhammadiyah yaitu faktor internal dan faktor eksternal. faktor internal yaitu faktor yang terdapat dalam diri Muhammadiyah itu sendiri sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang datang dari luar Muhammadiyah khususnya umat Islam dan apa yang terjadi di Indonesia.

1)      faktor internal

Berbentuk motivasi idealis, yakni suatu motif untuk mengembangkan ideologi Muhammadiyah yaitu faham akal dan cita-cita Muhammadiyah. Dimana Muhammadiyah adalah sebuah wadah organisasi dan yang dicita-citakan bertujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud Nama saya akan utama yang adil dan makmur.

        Nasyiatul aisyiyah didirikan oleh  Aisyiyah ( Ortom tertua di lingkungan muhammadiyah )  Pada tanggal 27 dzulhijjahh 1349 H / 16 Mei 1931 M sedangkan pemuda muhammadiyah berdiri pada tanggal 25 dzulhijjah 1350 H /  2 Mei 1932 M..

        Anggapan muhammadiyah tersebut lahir ketika muktamar muhammadiyah ke-25 (kongres seperempat abadkelahiran muhammadiyah) tahun 1936 di Jakarta. Fakta dan data sejarah menyebutkan bahwa Alm.\H.M.S. Mintareja, S.H. Prof. Dr. H. Ismail Sunny S.H.MCL , Prof. Dr. H. Ramli Thoha, S.H. , Drs. H. Lukman Harun, Dr. H. M. Amin Rais, MA. , Dr. Kuntowijoyo , Dr. Ahmad Syafii Maarif , Drs. H. Rusydi Hamka, dll. Bahwa beliau-beliau itulah yang secara ikhlas berpartisipasi aktif membina Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ), bukan HMI yang berjasa untuk Muhammadiyah, tetapi Muhammadiyah yang berjasa besar bagi HMI.

        Bukti nyata bahwa sebelum HMI lahir beliau-beliau tersebut sudah berada dalam muhammadiyah dan beliau-beliau itu pulalah yang secara moral dan ideologis turut merintis berdirinya atau lahirnya imm dan melepas hmi yang kelihatan berkembang baik walaupun perkembangan ini senantiasa menekan independen dan yang akhirnya secara ideologis berbeda dengan muhammadiyah. independensi hmi sekarang cenderung lebih liberal dalam segala aspek, segala aliran yang ada dalam sejarah teologi islam bisa masuk ke dalam tubuh hmi  Sedangkan dalam muhammadiyah ditekankan pada kebebasan berpendapat tetapi kesatuan dalam ideologi islam ( alquran dan as-sunnah ) sehingga dalam muhammadiyah tidak ada mazhab syafi'i , hambali dan lain-lain, jadi independensi dalam muhammadiyah yaitu dalam bidang mazhab fiqhiyah.

          Pada tanggal 18 Agustus 1955, Muhammadiyah baru bisa membuktikan cita-citanya untuk mendirikan perguruan tinggi sejak tahun 1936. Dengan didirikannya perguruan tinggi, maka PP Pemuda Muhammadiyah struktur dibentuk Departemen pelajar dan mahasiswa yang dimaksud untuk menampung pelajar dan mahasiswa Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-1 di Palembang pada tahun 1956, ditetapkan yaitu " langkah ke depan Pemuda Muhammadiyah tahun 1956 - 1959 " . Ditetapkan Pula usaha menghimpun pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah yang mampu mengembangkan amanah. Untuk merealisasikan usaha PP Pemuda Muhammadiyah, maka lewat konpida ( konferensi pimpinan daerah Pemuda Muhammadiyah ) se-indonesia tanggal 5 Safar 1381 H / 18 Juli 1961 M di Surakarta. Memutuskan untuk mendirikan IPM ( Ikatan Pelajar Muhammadiyah ) , namun belum berhasil melahirkan organisasi khusus di kalangan mahasiswa Muhammadiyah karena masih ada argumentasi bahwa untuk mahasiswa Muhammadiyah yang kurang berminat dalam struktur Pemuda Muhammadiyah diperbolehkan duduk dalam kepemimpinan / keanggotaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah ( kini ikatan remaja Muhammadiyah / IRM ).

Sehubungan dengan semakin berkembangnya perguruan tinggi Muhammadiyah dalam hal ini Fakultas Hukum dan filsafat di Padang Panjang yang berdiri pada tanggal 18 November 1955 Ma tetapi kemudian sehubung dengan adanya peristiwa PRRI, maka kedua fakultas tersebut mandeg, dan kemudian berdiri di Jakarta dengan nama perguruan tinggi pendidikan guru ( PTPG ) kemudian berganti dengan nama IKIP tahun 1958 fakultas yang serupa ditanggung pula di Surakarta , di Jogjakarta berdiri Akademi tabligh Muhammadiyah dan fakultas ilmu-ilmu sosial ( FIS ) berdiri di Jakarta yang kini berkembang menjadi Universitas Muhammadiyah.

Sejak tahun 1960 , kegiatan pendidikan tinggi atau perguruan tinggi Muhammadiyah ( PTM ) pun mulai membanyak pada tahun 1960-an mulai center ide-ide tentang perlunya penanganan khusus bagi mahasiswa Muhammadiyah, sehingga PP Muhammadiyah pun mulai segera memikirkannya.

Pada tangal 15 desember 1963 PP pemuda Muhammadiyah mulai mengadakan penjajakan,didirikan Lembaga dak`wah mahasiswa yang di koordinir oleh ir.margont .soedibjo markoes dan A. rosyad shaleh.sedangkan ide pembentukannya yaitu dari moh . djasman yang saat itu duduk sebagai sekretaris pimpinan pusat pemuda Muhammadiyah.

Sementara itu , desakan untuk segera membentuk organisasi khusus mahasiswa Muhammadiyah datang dari para mahasiswa Muhammadiyah yang ada dijakarta seperti nur wijoyo sarjono, m.z suherman ,m.yasin ,sutrisno muhdam, dll yang saat itu termasuk pimpinan pusat pemuda Muhammadiyah. Akhirnya pp pemuda Muhammadiyah segera memohon restu kepada pp Muhammadiyah yang saat itu diketahui oleh H.A.Badawi dengan penuh bijaksana dan kearifan, akhirnya pp Muhammadiyah menerima usulan dari para pemimpin pp pemuda Muhammadiyah untuk mendirikan organisasi yang khusus untuk mahasiswa Muhammadiyah . moh .Djasman selaku sekretaris pp pemuda Muhammadiyah saat itu mengusulkan nama yang tepat yaitu ikatan mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) tepat pada tanggal 29 syawal 1384 H / 14 maret 1964. Pp Muhammadiyah menunjuk formateur sebagai berikut :

 

Ketua formateur : M.Djasman

Anggota formateur : A.Rosyad Shaleh,Soedibjo Markoes , Moh.Arief , Zulkabir,Sutrisno Muhdam , syamsu Udaya Nurdin ,Nurwijoyo Sarjono , Basri Tambun , Fathurrahman , Soemarwan , Ali Kiai Demak , sudar , M.Husni Thamrin , M.susanto , Siti Ramlah , Deddy Abu Bakar.

 

Faktor intern dalam melahirkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) yaitu adanya motivasi etis dikalangan keluarga besar Muhammadiyah dalam usaha mencapai maksud dan tujuan Muhammadiyah, seluruh jajaran keluarga besar Muhammadiyah,semuanya harus mampu hidup dalam lingkungannya dengan mengetahui sekaligus memeliharanya. Bagi para mahasiswa Muhammadiyah dengan motivasi etis ini . dapat terdorong untuk melakukan da`wah amar ma`ruf nahi munkar yaitu mengajak

teman – temannya untuk ikut serta menciptakan diri sebagai orang yang bersedia membantu mewujudkan masyarakat yang menjunjung tinggi agama islam yang bersumber langsung Al – Qur`an dan sunah Rasulullah SAW.

Penegasan motivasi etis tadi,sesungguh nya merupakan interpretasi rasional dari apa yang dikehendaki oleh Allah SWT lewat firman – nya terdapat dalam Al – Qur`an surat Ali Imran ayat 104.

 

2)      Faktor Ekstern

Yang terjadi dikalangan umat islam yaitu masih menyuburnya tradisi – tradisi yang sesungguhnya tidak lagi cocok dengan ajaran islam murni khususnya dan dengan perkembangan zaman.

Masih terlena dengan praktek – praktek peribadatan yang penuh dengan bid`ah , khurafat ,dan tahayyul.

Kepercayaan terhadap benda – benda yang dianggap keramat, kepercayaan terhadap ramalan dan mantra – mantra , kepercayaan terhadap tempat – tempat yang di anggap keramat masih membudaya dan masih di gandrungi.

Pada mulanya, Independensitas PPMI memang kompak sebagai penggalang kekuatan anti imperalisme ,tetapi setelah melaksanakan konferensi mahasiswa Asia Afrika ( KMAA ) di bandung tahun 1957 yang merupakan prestasi puncak dari PPMI .masing – masing organisasi anggotanya memisahkan diri ini disebabkan karena dalam tubuh PPMI pada tahun 1958 telah menerima masukan anggota baru yaitu CGMI ( concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia ) seludupan dari PKI .

Akhirnya masing – masing unsur bercerai – berai mencari keselamatan sendiri – sendiri karena banyak pula yang membubarkan diri sebelum PKI membubarkan nya sekitar bulan oktober 1965 setelah PKI di lumpuhkan PPMI kehilangan anggota dan sekaligus secara resmi membubarkan diri.

Pada saat – saat HMI semakin terdesak itulah IMM lahir ,tepatnya pada tanggal 29 syawal 1384 h /4 maret 1964 M. persepsi yang keliru menghubang – hubungkan HMI dengan Muhammadiyah. Bahwa HMI pada mulanya didirikan oleh orang – orang Muhammadiyah,maka kalau HMI dibubarkan otomatis Muhammadiyah harus menyiapkan wadah baru selain HMI logisnya IMM tidak perlu lahir karena ternyata HMI berhasil mempertahankan diri dan tidak jadi di bubarkan oleh PKI.kalo di perhatikan sejarah pergolakan organisasi – organisasi mahasiswa , maka anggapan / klaim yang mengatakan bahwa IMM lahir karena HMI akan dibubarkan adalah anggapan yang sangat keliru . yang benar ,yang rasional,yang berlandaskan analisis ilmiah terhadap fakta dan sejarah adalah bahwa kelahiran IMM salah satu faktor historisnya yaitu untuk membantu dan turut serta mempertahankan HMI dari usaha – usaha komunis yang berniat jahat dan berambisi ingin membubarkan HMI . Dan sesuai dengan sifat IMM itu sendiri yang akan senantiasa menjalin kerja sama dengan organisasi mahasiswa islam lainnya dalam upaya ber – amar ma`ruf nahi munkar yang jadi prinsip dasar perjuangannya .

 

Karena IMM merupakan kebutuhan intern dan ekstern maka tokoh – tokoh pimpinan pusat Muhammadiyah yang sebelumnya bergabung dengan HMI mereka Kembali ,membina, dan mengembangkan ideologi Muhammadiyah melalui keseriusannya membina IMM. Para aktifis pp pemuda Muhammadiyah dan Na yang dengan susah payah mengusahakan berdiri / melahirkan IMM adalah mereka yang betul – betul tidak pernah masuk HMI / tidak pernah bergabung dengan HMI . IMM murni didirikan oleh pp Muhammadiyah yang saat itu diketahui oleh H.A Badawi dan yang dipercayakan kepada pp pemuda Muhammadiyah Drs.H.Moh.Djasman Al – kindi yang saat itu selaku sekretaris pp pemuda Muhammadiyah dan beliau bukanlah pendiri IMM melainkan seorang koordinator dan sekaligus ketua pertama. Sedangkan pendiri yang benar adalah pp Muhammadiyah atas desakan / usulan kongres mahasiswa Muhammadiyah yang dilaksanakan oleh pp pemuda Muhammadiyah yang saat itu dike tuai oleh M.fachrurrazi dan moh. Djazman sebagai sekretarisnya.

Bila ada sesorang anggota Muhammadiyah yang memprakarsai mendirikan pesantren misalkan. Maka orang tersebut bukanlah sebagai pendiri yang mempunyai konotasi menguasai dan enggan digusur dari kepemimpinan nya , melainkan hanya sebagai pemrakarsa “ atas nama “ Muhammadiyah . inilah esensi dari makna “hidup.hiduplah  Muhammadiyah “ , yang berarti pula

“maju dan jayakanlah Muhammadiyah ,jangan mencari kemajuan dan kejayaan dalam Muhammadiyah “


 BAB III

 

      I.            Muktamar ke-1

 

Muhammad Jasman al-kindi ( Drs H MBA ) selaku koordinator bersama anggota-anggotanya sebagaimana tersebut di atas, memang menampakan semangat dan sangat rajin mengusahakan agar Im Kian eksis dan kian berbobot dalam mengambil peran. Baru 1 tahun usia Im tapi sudah mempunyai banyak aktivitas yang dilakukan. Dan kegiatan-kegiatan bersejarah yang dilakukan antara lain: melaksanakan Munas ( Muktamar 1 ) tanggal 1- 5 Mei 1965, menghasilkan deklarasi Kota Barat sad Solo, 1965 isi Deklarasi tersebut yaitu:

1.     IMM adalah gerakan mahasiswa Islam

2.     kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM

3.     fungsi IMM adalah sebagai eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah

4.     ilmu adalah Amaliyah adalah IMM dan IMM adalah ilmuliyah

5.     IMM adalah organisasi yang sah mengindahkan segala hukum dan undang-undang dalam negara.

6.     Amal IMM adalah dilahirkan dan diabadikan untuk kepentingan negara, agama dan bangsa.

 

   II.            Muktamar ke-2

Muktamar kedua imt dilaksanakan pada November tanggal 26- 30 tahun 1967 di Banjarmasin. Dalam Muktamar kedua ini Drs h djazman Al Kindi terpilih menjadi ketua umum kembali. Yang paling penting dalam periode kepemimpinan produk Muktamar kedua ini adalah tersusunnya identitas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah beserta penjelasannya. identitas IMM menjelaskan bahwa suatu organisasi di dalam jam-jam jalanan perjalanan hidupnya secara mantap, apabila kepribadiannya itu nampak jelas dan tegas. Selama identitas itu masih kabur, tidak jelas mengira maka Raisan d'etre dari organisasi itu akan tetapi dipersoalkan, yaitu Apakah organisasi itu masih juga mampu menjawab tantangan zamannya atau tidak. Maka dari itu untuk mengembangkan kehidupan IMM perlu dirumuskan identitasnya dalam satu formulasi yang jelas.

 

III.            Muktamar ke-3

Muktamar ke-3 semula akan dilaksanakan di Jakarta pada 14-19 Maret 1970, Namun karena kondisi politik di Jakarta saat itu kurang mendukung, akhirnya Muktamar III IMM tetap dilaksanakan pada Maret 14-19 1971 dengan acara yang cukup sederhana. Muktamar 3 diketuai oleh Drs A Rasyad Sholeh.

Perkembangan pada Abd Rasyad Sholeh ini, secara umum sudah dapat dikatakan baik sekali. IMM Sudah berkembang kemana-mana. Tercatat dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan pada acara Muktamar berikutnya yaitu DPD IMM sudah mencapai 22 daerah dan begitu juga dengan programnya yang tercatat yaitu:

1.     Tajdid

2.     Konsolidasi anggota,

3.     Konsolidasi organisasi/administrasi

4.      Persatuan dan kesatuan mahasiswa.

 

IV.            Muktamar ke-4

Muktamar ke-4 amanat Muktamar 3 bahwa Muktamar empat akan dilangsungkan di Jakarta kemudian karena pertimbangan secara AMMcq maka dipindahkan ke Malang, Jawa Timur. Akan tetapi setelah diakui dengan PP Pemuda Muhammadiyah dilaksanakan di Semarang berbarengan dengan Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-6 pada 21-25 Desember 1975.

Dalam Muktamar 4 IMM di Semarang, disamping menjunjung personalia DPP IMM periode 1975-1978 tersebut juga telah menelorkan sebuah deklarasi yaitu yang diberi judul Deklarasi Masjid Raya Baiturrahman 1975.

 

   V.            Muktamar ke-5

Setelah Im selama kurang lebih 10 tahun tidak melangsungkan Muktamar, maka kehadiran DPP tersebut ternyata dapat mengiring Im untuk melangsungkan Muktamar ke-5 yaitu dilaksanakan di kota awak, Padang tanggal 14 -18 April 1986.

Dalam Muktamar ke-5 yang menghasilkan komposisi DPP IMM tersebut, yaitu pengangkutan kantor pusat DPP IMM yang sejak lahir berkedudukan di Yogyakarta setelah banyak pertimbangan akhirnya di bobong ke Jakarta. Begitu pula dengan asasnya yang sejak lahir berasaskan Islam, kemudian berganti dengan asas Pancasila.

 

BAB IV PENUTUP

Pada saat disusunnya tulisan penting ini dewan pimpinan Ikatan Mahasiswa sedang mempersiapkan Muktamar ke-6 di ujung Padang Sulawesi Selatan titik satu hal yang patut diinformasikan sekaligus ayat disesali, bahwa kondisi DPP IMM menjelang Muktamar VI masih diselimuti isu kubu Jakarta dan Jogjakarta.

Namun demikian sebagai penutup karya penting ini kita berharap siapapun yang akan mengetuaumumi DPP IMM di masa mendatang, hendaknya menjauhkan istilah " pengubuan " yang berakibat pada nihilnya penyusunan dan pelaksanaan program-program IMM era keakanan. Kita berharap pula siapapun dan dari manapun asalnya yang akan jadi ketua umum kita. Harus memberanikan diri untuk hidup di Jakarta sebagai konsekuensi AD dan ART yang dengan susah payah dalam ( lewat ) Muktamar V IMM di Padang Sumatera Barat. Penulisan tentang sejarah berdiri dan berkembangnya IMM semestinya tidak sampai pada Muktamar ke-5 ini saja.

 

Penulis : KELOMPOK 3


Untuk yang ingin melihat resume beberapa buku IMM dari hasil ulasan kader selegkapnya dapat di akses melalui link :

https://drive.google.com/file/d/1_gdj5pP8liQH2Ln9cORtXWsE4aYKRKRc/view?usp=drivesdk


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...



#BIDANGRISETDANPENGEMBANGANKEILMUAN
#PKIMMFEBUHAMKAJAKSEL

 


Secercah Harapan Tetuka

  Secercah Harapan Tetuka Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat heterogenitas yang cukup tinggi....